pertemuan (Raden)

17 Oct 2013

akhirnya aku dan raden sepakat untuk bertemu malam ini di sebuah cafe baru dekat bkt. kenapa disana? yaa akrena cafe itu cukup dekat dengan rumahku, dan kebetulan raden juga punya kepentingan di cafe itu. yaa akhirnya..
kami menyetujui akan jumpa pada pukul 19.00, namun aku sudah tiba di tempat itu bahkan dari sebelum maghrib, entahlah, aku suka berangkat lebih cepat dari seharusnya untuk menemui seseorang, boleh dibilang aku tidak suka ditunggu. karena menurutku ditunggu itu membuat yang menunggu bete ampun-ampunan, dan aku tidak suka membuat orang bete karena mananti kedatanganku, yaa begitulah^^
kedatanganku ternyata benar-benar terlalu cepat, cafe ini sangat sepi, hanya aku pengunjungnya. selagi menunggu aku memesan minuman, aku pesan ice lemon tea pada waiter yang pake behel. haha
ohyaa, ini pertama kalinya aku ke cafe ini, menurutku cafe ini cukup nyaman, dekorasinya simpel dan cukup manis, selama aku menunggu, cafe ini menyetel gelombang radio yang cukup sering aku dengar, yaa jelas saja, toh kantor radionya ada di lantai 2 cafe ini.
hampir 1 jam aku menunggu, masih juga raden belum datang, yaa memang belum waktunya sih, wajar kan kalo memang dia belum datang, toh aku sendiri yang memutuskan untuk berangkat lebih cepat dengan konsekuensi aku harus menunggu lebih lama.
selama 1 jam menunggu, aku menyibukan diri dengan timeline twitterku, yaa selalu begitu. mendadak saja ada yang menghampiri dan menyapaku, “hai, ica kan?”
aku menoleh ke si pemilik suara, “eh, hai”, ternyata dia salah satu temanku di twitter, namanya Rama. “lo kesini juga?”, jawabku sambil menyilahkannya untuk duduk.
“iya dong, kan mau openmic. lo sendiri?”
“haha iya, sendirian. maklum yaa”.
“haha iya maklum kok, kan mblo^^
selanjutnya aku tenggelam dalam perbincangan seru dengan dia, yaa seputar duniaku dengan pekerjaanku sebagai OT dan dia sebagai seorang standup comedian. mendadak notifikasi chatlineku berdenting, dari Raden. katanya dia sudah sampai di parkiran, dan akupun bilang bahwa aku sudah di dalam menunggunya.
tak seberapa lama, Raden menghampiriku dan Rama, setelah berhai dan saling sapa, Raden meminta maaf padaku karena terlambat 15 menit. ah tak apa, aku tak bosan kok menunggunya, yaa selama ada wifi dan timeline twitterku menyenangkan.
mendadak Rama pamit padalu dan Raden, dia akan bergabung dengan teman-temannya yang sudah datang. oh ampun!! saking terlarutnya aku dengan timeline twitter, aku bahkan tidak memperhatikan sekelilingku yang ternyata sudah banyak orang.*malu
sekarang tinggalah aku dan raden berdua, aku kikuk. bingung mau ngoceh apa.. padahal biasanya di chat atau mention aku bisa secentil itu ke raden. *maksudku bukan centil, ehm ramah. iya ramah. gitu deh!
“Kok diam cha?”, Raden bersuara.
aku nyengir, “gatau, mau ngomong apa. lagian kan tadi kita mau jumpa aja, bukan mau ngobrol, jadi ga nyiapin bahan obrolan”, aku kagok, jadi bulepotan ngomongnya.
—-


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post