javaTRIP (part 8) -by pia

1 Jun 2013

part 7 baru saja gue selesaikan dengan baik dan benar. kali ini part 8 akan dilanjutkan oleh pia, teman gue yang sama absurdnya kayak gue kalo lagi take a picture.. semoga kalian berkenan membaca nya..

nb: tulisan pia ga gue edit sama sekali

” Percayalah Tuhan telah menyiptakan seseorang dibalik tembok sana untuk kita yang match dengan kita, ” - dr.herdiman SpRM

Oke bagian ini akan ditulis oleh pacar wanita dari 7rizkaa, yaitu Pia . Well, cerita dilanjutkan mulai dari perjalanan menuju stasiun ‘Lempuyangan ‘ dengan menyewa jasa supir taxi. Kami berangkat jam 15.00 (kalo ga salah).[Jam 16.00 woy] Dengan barang bawaan ya…. yang engga enteng kami memutuskan untuk naik taxi biar gak ribet [yang ngajak naik taksi sebenernya si swastika, karena doi yang barangnya banyak, dan dia ngerengek minta naik taksi, dan gue sempet menawarkan jasa untuk bawain barang dia, eh dia gamau yaudah! sebelum ke stasiun, kita mampir dulu ke tongkrongat anak anak bandung itu, eum, buat pamitan (y)].

Sesampainya di stasiun, kami mulai kebingungan untuk mengurus tiket teman kami ‘Swastika’ dengan tiket teman kami atas nama ‘Kartika’, hmmm.. karena otak kami terlalu jenius langsung saja terbelesit sekelebat ide yang ‘CETAR MEMBAHANA TERPANGPANG NYATA DI OTAK’. Kami merobek saja printan kartu identitas kartika putri sesuai ukuran KTM (kartu telat menikah.. ups,yang bener kartu tanda mahasiswa). Tiba di tempat pengecekan tiket.. “JREEEEEEEENG” , kami menyerahkan tiket beserta kartu identitas sesuai yang tertera pada tiket, lalu kami menyuruh swastika agar tidak berada di dekat tempat “mas-mas, mbak -mbak ” yang mengecek tiket agar tidak ketauan (secara di KTM Kartika kan terpangpang nyata foto kartika bukan swastika). Dan akhirnyaaa… KAMI LOLOS DARI PENGECEKAN DAN DINYATAKAN SAH.. alhamdullilah. Sampai di dalem stasiun perut kami berdendang,kemudian kami memutuskan untuk makan dulu.. habis makan ya kami duduk nungguin kereta, sambil si pia dan swastika ngecharge HP , sementara riri dan ica sibuk membicarakan PRIA , soal jodoh (lagi) yang ini sok tau. [iyaa lo sotoy banget pia. asli!]

Duduk-duduk sambil ngobrol-ngobrol.. liat-liat kanan kiri barangkali ada pemandangan indah sampai akhirnya diumumkan bahwa KERETA KAMI akan segera dataang, teng pukul 18.06. di tiket tertera tempat duduk kami di gerbong 3, kuncluk kuncluk.. berdirilah kami berharap tepat di gerbong 3… shiiit meleset, kelewatan gerbongnya !, oke pemirsah kami berjalan menuju gerbong nmr 3. Desek-desekan dengan barisan dipimpin oleh ICA,disusul Pia, urutan ke 3 ada Swastika dan paling buncit adalah RIRI.

Masuk gerbong..

“Ini gerbong berapa” tanya Ica dengan nada yang galak,nyolot,tidak ramah (spontanitas kok, aslinya mah ramah,baik,sopan…. woeeks).

Mas-mas yang ditanya otamatis takut dong berhadapan dengan ica ” tii.. gaa mba” jawabnya agak takut.

“buset dah galak amat lo nanya Ca” tegur pia yang baik hati (cuit cuit ini kejujuran). “hahahha”

Udah nyari-nyarii ketemu deh tempat duduk kami (yaa dengan desek-desekan geser sana geser sini), kami pun rapi-rapi tas lalu duduk… kemudian membuat perjanjian rotasi tempat duduk biar ga pegel selama 4 jam sekali. Posisi awal Ica di pojok 1, pia sebelah ica (kami selalu berdekatan). Riri pojok 2 dan swastika sebelahnya (mereka pun nampaknya selalu berdekatan). Duduk lah kami..

“bzzzzzzhhhh” suara angin membawa mata kami berempat melihat bangku sebelah, ada cowo berbaju biru berhidung mancung berwajah manis berpenampilan dewasa kami singkat semua deskripsi itu dengan kata “KECE”. Mesam mesem lah kami.. hehehe @_@, gak lama ada lagi cowo baru dapet tempat duduk (sama dengan si KECE) berbaju hitam, hmm terlihat lebih muda dari si KECE, yaaa… tidak terlalu menarik perhatian sih, tapi salah satu dari kami mungkin sedikit tertarik. karena azan magrib sudah berkumandang dan 3 dari cewe-cewe imut ini sedang berhalangan, maka riri sendirian solat magrib, awalnya riri bingung nentuin kemana kiblat, eeeh tiba-tiba ” kiblatnya kesana” kata si KECE sambil nunjuk arah kiblat, yaa of course dengan wajah shy shy riri mesem “oh iyaa.. maksih” . kyaaaaaaaa…. si KECE baik ya (mulai deh cewe-cewek imut ini mesam mesem, berharap si KECE adalah orang yang dibalik tembok salah satu dari kami). Abis solat magrib, lalu gak lama azan isya, lalu riri solat isya,kemudian kami mengobrol, makan lanting dan lain-lain.

ISI OBROLAN : gak jauh2 dari si kece berbaju biru kami menyebut dia dengan kode “Baju kemaren” lalu cowo 1 lagi berbaju hitam kami sebut “baju sekarang”. Hmm.. karna pia duduk dipinggir (tepat disebelah baju sekarang.. ciyeeeh) gak sengaja pia menguping pembicaran 2 cowo itu yang menyebutkan bahwa si ‘baju biru’ telah memiliki ISTRI. WHAT THE HELL !!! tembok kami bertiga pun (Swastika sudah punya pacar) seketika tak jadi runtuh, dan kembali berdiri KOKOH. Maka beralihlah kandidat kepada si ‘baju sekarang’.

Perkenalan ( 1 ) si Baju Sekarang

Beberapa jam kemudian, kami masih asik mengobrol, berbincang-bincang malam, hmm kecuali swastika yang telah menyewa bantal dan terlelap tidur. Kemudian si baju sekrang menyapa ” habis liburan juga ya?” tanyanya. “iya” jawab serempak cewek cewek imut ini. “liburan di Jogja juga?” tanyanya lagi . “iyaaa” jawab kami serempak (lagi). “ohh” si baju sekarang mesem. “balas mesem” serempak (lagi). Jawaban yang kami berikan “iya” terus karena saat itu kami merasa pertanyaan si baju sekarang merupakan pertanyaan tertutup yang hanya bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”, lalu saat itu kami juga lagi ‘REMPONG’ ini pendapat RIRI

Perkenalan ( 2 ) si Baju Sekarang

Tiba-tiba si baju sekarang yang duduk tepat disamping sebrang Pia menawarkan makanan berupa KRIPIK.. saat itu kami masih asyik mengobrol, yaaa ngomongin si cowo KECE yang terlelap tidur gak bangun2, juga ngomongin si baju sekarang yang CUTE lah ini kata PIA . Baju sekarang juga Cakep ini kata RIRI, kalo kata ICA mah biasa aja, tapi gak tau dalam hati berkata apa.

“mauu?” tanya si baju sekarang sambil menyodorkan kripik

” ah enggak ” jawab pia yang malu-malu menolak (beneran ga mau ko, kecuali sebungkus)

Perkenalan ( 3 ) Si baju sekarang

Saat Ica sudah terlelap tidur, swastika… (gak usah ditanya deh ya ,dia udah tidur dari jaman raja Fir’aun nikah sirih), Riri yang mulai merem-melekin mata udah ngantuk, dan Pia yang masih seger melek (kadang melotot juga). Lalu…. di malam yang sesunyi ini, pia sendiri tiada yang menemani.. si baju sekarang menyapa kembali, kali ini dia duduk di samping sebrang swastika..

” Habis pada liburan di Jogja ya ?” tanyanya ke pia dengan ucapan agak berlogat (entah logat apa)

” iyaa.. ” jawab pia deg-deg-an (abisnya manis bangeeet sih dia, ups)

” dari kapan liburan?” sambungnya

Belum dijawab tiba-tiba Ica terbangun, terlihat segar .. disusuln riri yang gak jadi merem tidur, lalu swas yang langsung membuka mata dengan slomotion.

“dari kemaren aja sih ” jawab salah satu dari kami (lupa yang jawab siapa”

“udah kemana aja di jogja?” tanyanya lagi bak wawancara selebriti papan atas

” hari pertama sih ke taman sari aja, malemnya ke Tugu trus tadi sih ke malioboro sama taman pintar” jelas panjang saudari ICA

“liburan juga?” tanya balik riri sambil ngelap iler yang masih segar nyaris menetes

“iya nih liburan” jawab si baju hitam

“namanya siapa ri?” bisik pia menanyakan nama si cowo baju sekarang itu. “ga tau belum nanya”

“namanya siapa mas?” tanya pia

” Fikri” jawabnya “kalo kamu?” tanya balik. Kami pun memperkenalkan diri kami masing-masing.

Oke disimpulkan jadi kami baru bisa tau nama ’si cowo baju sekarang’ setelah proses 3 tahap perkenalan, 1 basa-basi, 2. Nawarin kripik 3. Perkenalan

Identitas yang kami dapatkan : FIKRI ,pelajar universitas di jakarta, semester 3 asal kalimantan selatan

Perbincangan terus berlanjut, mulai membicarakan perkuliahan, angkatan berapa, asal dimana, kemudian bahasa daerah kalimantan selatan, bahasa arab, follow2an twitter, dll. Semua rebutan ngobrol sama fikri.. ya kecuali Pia hahaha… (shy shy cat biasa cewek kalem) [pret! gue juga ga ikut ngobrol. ga minat! yeah!! you know me piaa haha]. Ya yang paling sering ngbrol sama fikri mah si RIRI..

Biasanya kalo riri sama fikri lagi ngobrol ya anak-anak yang lain Cuma ngeliatin sambil mesam mesem ke riri, atau malah tidur kaya Pia (tapi sebenernya nguping obrolan fikri sama riri ko cocok ya namanya?)

Oke waktu pun terus berjalan.. pia dan riri merasa sulit tidur karena kereta yang tidak senyaman ketika berangkat liburan. Mulai dari gerah, keretanya berenti-berenti mulu, banyak tukang jualan gak stop-stop, pengamen, juga ada BANCI WEREWERWER. Tapi ada juga kok yang pules tidur bak di Hotel bintang 5 yaitu SWASTIKA dan ICA, juga cowo si baju biru yang sudah beristri (penganten baru katanya jadi tidurnya pules), kalo fikri mah udah berasa di hotel bintang 7 dengan fasilitas berkelas.. doi tidur pake koran geleparan di lantai gerbong sampai pagi.

Sampai akhirnya pukul 04.30 kereta menginjakan rodanya di rel stasiun BEKASI. PIA,ICA,RIRI nyaris gak sadar kalo udah di stasiun bekasi. Bergegaslah kami ambil tas, pake sepatu, ngecek-ngecek barang lalu turuuuuun . “duluan ya” kata kami ke Fikri yang turun di stasiun pasar senen. “daaa swas” kata kami untuk swastika yang turun di stasiun Jatinegara.

Turun dari kereta, suasana masih dingin, langit pun masih gelap tapi peron sudah ramai.. “neng ojek neng… kemana neng?” tawar tukang ojek kepada kami.. ” MBOTEN pak MBOTEN” jawab ica

HELLOOOOOO we’re in Bekasi.. tapi kenapa dijawab masih pakai bahasa JAWA yaitu “MBOTEN” yang artinya “TIDAK”. Ckckckckck…

Dikereta SWASTIKA dan FIKRI

” mba minta nomor mbanya sama temen-temennya dong, kali aja kalo nyasar bisa minta bantuan” kata fikri kepada swastika

“aduh nanti tanya aja langsung ke riri lewat twitter, udah punya kan?” jawab swastika

“oh iya, makasih” dengan wajah kecewa,muka ditekuk dan iler masih menempel

Ecciiiyeeeeh nomor kita ditanyain, semoga ini pertanda baik yah pemirsah :)

mungkin dia memang benar-benar seseorang yang diciptakan Tuhan dibalik tembok sana yang match dengan salah satu dari kami berempat untuk merobohkan tembok salah satu dari kami”

Karena sesungguhnya yg jadi tujuan bukan merobohkan tembok melainkan siapa sosok yang ada dibalik tembok itu ….. Fikri

gimana? kalian percaya kan kalo ini beneran bukan gue yang nulis. ini asli pia yang nulis. asli!

[UPDATE] by me

fikri dan pia kemudian melanjutkan percakapan via twitter, line, sms wasap dan apalah itu. (Iya mereka lanjut di twitter, gue tadinya emang ga minat sama sekali, di kereta juga gue ga minat, riri yang asik ngobrol sama fikri yaa gue liation aja sambil curi waktu buat tidur. ngefllow twitternya gue gue ga minat. yaa you knoew lah, gue anak twitter bnaget haha, ga bisa sembarangan follow orang. lagian gue follow my interest, bukan follow temen. eh gitu deh maksudnya)

kemudian pia galau galau najis gitu, ngeline gue trus curhat curhat gitu, yaa lo tau lah yaa hahaha. akhirnya Pia telah menemukan sosok dibalik tembok. yang gue sendiri belum tau apakah ini tembok sementara atau tembok terakhir…

see you next trip. eum, bandung yes?:)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post